Terhenyak raga
Terhela nafas
dari balik dada yang berkekasih
Ia berbatin,
Sungguh elegi sempurna
Mencencang yang tersakiti,
Melega si pembagi hati
Seperti inikah saat cinta mengajarkan untuk mati?
Sehinapun yang lain tetaplah
dapat salahkan tak sesiapa
Bahkan pantaipun harus berkerelaan
mengantar ombaknya berlayar sirna hanya dengan pandang lamur
Ketika ia berdebur pada pasir yang lain..







trimakasi lhoo
*handshake: salam kenal
Previous Page12Next Page